Egoku

Entah sejak kapan aku membenci dia, entahlah.
Menurutku dia pun tidak terlalu cantik, hanya manis.
Tapi entah kenapa aku membencinya, sangat.
Aku pun tak iri padanya, karena memang tak ada yang istimewa darinya.
Bukannya menghina, tapi itu kenyataannya.
Maafkan aku, aku tak akan pernah menyukainya, egoku terlalu tinggi :/

Late post

selamat pagii :).
cerah banget pagi ini..cenderung panas sih. beda ma yang aku rasain sekarang..mendung :'). entah harus memulai cerita dari mana dulu..terlalu banyak kata2 yang ingin aku tulis sampai tak bisa berfikir..seharusnya ga boleh galau lagii.tapi ini berbeda. .galau yang aku buat sendiri.
mungkin terkesan berlebihan bahkan norak..tapi aku ini manusia normal..seorang wanita pula..walaupun tidak cantik..
ah terlalu bertele-tele aku ini..
sekarang aku merasa tidak pantas.tak pantas untuk mendampingimu kasih. entah mengapa..

insomnia

entah apa yang kupikirkan.
tengah malam lewat 20menit sudah.
namun tak juga mata ini terkatup. tak juga pikiran ini hanyut terbuai mimpi.
kenapa??apa yang aku pikirkan??.
ah sudahlah mungkin jawabannya kutemukan di fajar :(

.....



Bismillahirrohmanirrohiim.
Sebenernya berat untuk ku untuk mengungkapkannya sayang :(,aku takut salah,aku takut untuk ber suudzan. Aku takut kamu bilang berlebihan. Ya Allah :( lemah sekali hati hamba.
Sayang. .jujur aku gak suka kamu berteman dengan T dan A, duo soulmate mu itu. Maafkan aku yang tak bisa jadi kekasihmu yang asik yang bisa membiarkan kekasihnya sedekat itu dengan sahabat wanita nya..apa aku salah sayang???.Mungkin saja pola pikirku saja yang terlalu kuno, atau bagaimanakah, aku tidak tau. Ya Allah, astagfirullah.
Sebenarnya rasa benci ini tak kusengaja muncul, semua berawal ketika T pernah mencomblangkanmu dengan adikkos nya, padahal dia tau kamu sudah punya aku :(, hingga dia pernah buat hubungan kita berantakan. Dia juga pernah jadi selingkuhan temanmu.
Semua berawal dari itu, aku jadi membencinya. Jilbab hanya menjadi pemanis wajahnya.Maafkan aku sudah membenci sahabatmu sayang.
Aku cuma takut semua terulang kembali, dia membuat semua berantakan lagi. Apa cuma aku saja yang takut sayang?? Apa kamu tidak takut untuk kehilanganku lagi sehingga kamu tidak kapok untuk berteman dengan wanita sepertinya. Tapi aku juga sadar kamu butuh mereka untuk mengerjakan tugas akhirmu, sebagai penyemangatmu, mungkin aku saja tidak cukup untukmu.
Apa kamu tidak sadar dengan semua mimik muka ku yang kusembunyikan ketika aku melihat foto berdua mu dengan si T, sedekat itu seperti sepasang kekasih. Lantas aku ini siapa??tak pantaskah aku membenci wanita sepertinya??..aku tidak cemburu, hanya tak suka dengan kedua temanmu yang sepertinya arrogant dimataku.
Apalagi ketika kamu pernah bercerita bahwa dua soulmate mu pernah main ke kos mu.
Sebebas itu kah pergaulanmu.
Salahkah aku sayang bila aku melarang kamu berteman dengan wanita luar biasa seperti mereka???aku begini karena aku peduli, aku begini karena aku ingin menjadikanmu lelaki yang pantas untukku seperti aku yang berusaha memantaskan diri untuk bersanding denganmu :’(.
Maafkan kekasihmu yang kampungan ini, mungkin pergaulanmu lebih modern. Tapi kekasih2 ku dulu juga tak seperti itu.
Maafkan wanitamu yang sok baik dan suci ini, aku juga sadar tak sesempurna itu.
Tapi haruskah mencintaimu sesakit ini?? Sampai kapan??apakah sampai hatiku perlahan mati? Apakah sampai aku lupa bagaimana indahnya mencintaimu? ? :'(, tak sadarkah kamu selalu membuatku khawatir.
Entah kapan kamu akan membaca ini sayang, yang terpenting aku cukup lega bercerita lewat tulisan ini karena aku terlalu kalut untuk berlisan padamu :( maafkan aku..


TTD
YANG INGIN JADI SATU-SATUNYA KESAYANGANMU

UMY UNTUK ZAHIRAH



Terik mentari di siang hari itu tak pernah dirasakannya, meski teriknya terasa sejengkal diatas kepala, namun terasa sejuk baginya, peluh yang menetes tak digubrisnya, yang dipikirannya hanyalah agar anak tunggalnya bisa terus melanjutkan kuliahnya. Untuk aku, Umi ku mati-matian mencari nafkah.
Namaku Zahirah, aku adalah seorang keturunan Arab, aku berasal dari Kediri, dan kini aku berkuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Surakarta. Ini kisahku, kisah yang akan selalu aku ingat seumur hidupku, kisah betapa Umi ku tersayang berusaha membesarkan aku sendirian, tanpa didampingi sosok ayah, sendiri meski berpeluh darah dan air mata. Untukku, dan Umi melakukannya demi aku, demi anak semata wayangnya ini, Umi untuk aku.
Sekitar 20 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya terdengar tangisanku, tangisan kebahagiaan untuk Umi ku, namun tidak bagi Eyang kakung dan putriku. Aku dilahirkan di dunia ini, berharap akan tumbuh dan dibesarkan dikeluarga yang utuh, yang punya kedua orang tua yang lengkap, namun dunia tak pernah adil, karena Tuhan tak akan pernah memberi keadilan agar manusianya tetap berusaha berjuang dalam hidupnya untuk memperjuangkan keadilan sebagai haknya. Dan aku tak pernah mengutuk ketidakadilan Tuhan ini, keadilan yang tak kunjung aku dapat.
“Seharusnya kamu gugurin saja anak ini sejak dulu Sondah, ini anak haram, Umi dan Abi mu malu!”.
“Tidak Umi, aku tak akan menyesal melahirkan anak ini, ini anakku, dosa besar Umi berkata seperti itu, ini cucu Umi”. Umi menangis sambil memelukku.
“Umi dan Abi mu tak akan pernah menganggap anak ini cucu, sejak awal Umi sudah tak setuju hubunganmu dengan Zakaria, benar saja kan! dia meninggalkanmu kembali ke negaranya di Arab sana!”.
“Dia ada tugas disana Umi, dia harus kembali ke negaranya, dia akan kembali, melihat anaknya, Umi tolong Sondah!”. Umi menjerit sambil menangis menarik tangan Eyangku yang hendak pergi meninggalkannnya. Aku hanya terdiam tak tahu apa-apa, oh andai saja ketika itu aku dapat ikut membantu Umi. Maafkan Zahirah Umi, maaf.
Dan akupun tumbuh menjadi anak yang cukup pintar dan sehat, ini berkat Umi yang merawatku dengan penuh kasih sayang, yang mengajarkan aku tentang arti ketulusan. Dan tiba saatnya aku melanjutkan pendidikan ke SMA, aku tahu Umi pasti sudah lelah mencari nafkah untuk membiayai hidup dan sekolah ku, hingga tak kau rasakan penyakit mu Umi, penyakit yang kau simpan sendiri.
Dan Umi memilihkan sekolah Farmasi untukku, karena Umi ingin aku bersekolah di tempat yang bagus. Meskipun banyak saudara-saudara Umi yang menentang dan mencemooh Umi, namun Umi hanya bisa diam dan sok acuh, namun aku tahu Umi menangis didalam batin.
“Beneran mbak mau menyekolahkan Zahirah ke sekolah Farmasi?”.
“Iya, memangnya kenapa?”.
“Ya gak kenapa-kenapa sih mbak, tapi ya disesuaikan kemampuan dong mbak, mbak kan gak punya suami, memangnya mampu bayar, mahal lho mbak!”.
“Kalau diniatin pasti juga mampu kok, Mbak mau Zahirah jadi orang sukses”.
“Alaaahh, terserah mbak aja deh, dibilangin ngeyel, kalau ada apa-apa jangan ngemis minta bantuan lho ya”. Sindir tante ku yang membuat hati Umi ku semakin  tercabik-cabik.
Aku yang sedari tadi duduk di pojokan kamar, yang diam-diam mendengarkan semua pembicaraan itu, aku yang sedari tadi hanya bisa diam menangis betapa tak ada yang peduli akan keadaan aku dan Umi ku, baik itu saudara-saudara maupun Eyang ku. Kami merasa sendirian, benar-benar sendirian. Aku benar-benar merindukan sosok ayah, sosok yang tak pernah aku rasakan hangat kasih sayangnya. Dan setiap kali aku bertanya pada Umi, Umi hanya berkata “Ayah sedang bertugas di Arab, dia seorang tentara Arab, dia ganteng dan wajahnya menghanyutkan hati Umi”. Begitulah candaan Umi setiap kali aku tanya tentang sosok ayah.
Sudah 3 tahun berlalu, dan tibalah hari kelulusanku. Dengan wajah bangga dan bahagia Umi mengambil ijasah sekolahku. Umi telah membuktikan pada saudara-saudara Umi bahwa Umi telah mampu melakukannya. Aku pun ikut bangga pada Umi. Oh Umi ku, aku sayang Umi, Umi untuk aku.
Kemudian Umi mendaftarkan aku ke sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Surakarta, Umi memilihkan Perguruan Tinggi yang progdi Farmasi nya berakreditasi bagus, dan dipilihlah kampus ini sebagai tempat aku menuntut ilmu selanjutnya, untuk membahagiakan Umi. Umi masih tetap bersemangat berwirausaha, apapun Umi lakukan, dari menyewakan truk hingga bisnis lainnya. Umi menjadi ibu sekaligus ayah untukku. Namun suatu hari, terjadilah peristiwa yang membuat raga dan batinku benar-benar hancur dan tak berdaya. Umi tak mampu lagi menahan penyakit yang Umi sembunyikan dariku, dokter mendiagnosis Umi mengidap penyakit kanker payudara, dan sudah stadium tinggi. Akupun menangis memeluk Umi, menyesal dan merasa bodoh kenapa tak pernah aku ketahui penyakit Umi ini, Umi terlalu pintar menyembunyikannya dariku.
Umi pun masih saja terus saja bekerja mencari nafkah sendiri untuk biaya kuliahku dan untuk biaya pengobatan penyakit Umi. Aku ingin membantu Umi, namun Umi terus saja melarangku untuk ikut bekerja membantu Umi.
“Sudahlah Zah, kamu mikirin kuliahmu saja ya, kamu boleh bantu Umi, tapi setelah lulus saja ya, Umi masih mampu kok”. Itu yang selalu Umi katakan padaku.
Mulai sekarang aku berjanji pada Umi, aku berjanji akan membahagiakan Umi. Aku akan terus belajar agar bisa membantu Umi suatu saat nanti. Doaku menyertai Umi, bertahanlah Umi ku sayang, tetap bertahan dan jangan dengarkan omongan orang lain pada kita. Mereka hanya iri dan dengki pada kita. Iri karena Umi mampu menyekolahkan aku hingga seperti sekarang ini, menyekolahkan dan menguliahkan aku di jurusan Farmasi yang bukan jurusan yang murah biayanya. Bertahanlah Umi, engkaulah semangat hidupku, engkaulah pahlawanku, yang selalu memperjuangkan hidupku.


**Diadopsi dari kisah nyata seorang teman.

make over addict

Haloohayyyyy eperibodeeehh. Nah aku mau posting nih,,tentang salah satu hasil masterpiece aku dalam hal ngobok2 muka,,alias make over mukak,wkwkwk *it's my pleasure that I loved ^^. Nah hari ni kan lagi puasa bulan Ramadhan,,nah daripada kagak ada kerjaan,,akhirnya aku iseng2 ajaa ngubek2 my baby face *dilarang protes :p. Entah asal mulanya darimana,, emang dari kecil aku suka dandan dan jadilah si muka ku ini jadi bahan eksperiment. dan untungnya yaa ni muka bandel banget,,meski ditemplokin apa aja bumbu berupa aneka foundie, bb cream,bedak dari berbagai merek..alhamdulillah masih mulus2 aja,,hehehe..Thanks God :'). Nah kali ini aku iseng2 goggling and practice the tutorial hijab for the beginners,,ehekehek. Kenapa beginners??karena aku lagi belajar cara model berhijab yang lagi booming akhir-akhir ini. Akhirnya aku iseng nyobain deh tutorial hijabnya. Dan taraaa,..this is it! dengan sedikit bantuan polesan dari si photoscape ma Xiu-Xiu,,(karena aku juga suka ngedit photo) dan begini hasil kobokan lenongan akuh :D.
Sorry mata nya merah,,ga sengaja kecolok eye liner :D wkwkw

Wear blue or green shawl?? :D confuse
Ga tau napa,,lagi suka pose mlongo :p


Bare face?? I think :D


Kayak yang ada di film horor -_-



Hahaha,,udah puas ketawanya??


Sepercik embun


Ya Robb, Ya Kariim. Jikalau hamba boleh meminta..
Berilah hamba mu ini kelapangan hati dan pikiran.
Jauhkanlah dari segala sifat hina, nafsu serakah syaitan.
Jagalah lisan hamba agar selalu mengucapkan lafadz-lafadz suci dan bertasbih kepada-Mu.
Peliharalah lahir hamba agar selalu suci dan anggun dihadapan-Mu.
Tuntunlah batin hamba agar senantiasa berlindung hanya kepada-Mu.
Jauhkanlah hamba dari orang-orang jahat yang iri dengki.
Ikhlaskanlah dan lapangkan hati hamba,,agar senantiasa memaafkan orang-orang yang menorehkan luka.
Karena hamba yakin,,engkaulah yang maha adil, yang akan membalas mereka dengan cara yang lebih baik  ya Robb. Aamiin.