Bismillahirrohmanirrohiim.
Sebenernya
berat untuk ku untuk mengungkapkannya sayang :(,aku takut salah,aku takut untuk
ber suudzan. Aku takut kamu bilang berlebihan. Ya Allah :( lemah sekali hati
hamba.
Sayang.
.jujur aku gak suka kamu berteman dengan T dan A, duo soulmate mu itu. Maafkan
aku yang tak bisa jadi kekasihmu yang asik yang bisa membiarkan kekasihnya
sedekat itu dengan sahabat wanita nya..apa aku salah sayang???.Mungkin saja
pola pikirku saja yang terlalu kuno, atau bagaimanakah, aku tidak tau. Ya Allah,
astagfirullah.
Sebenarnya
rasa benci ini tak kusengaja muncul, semua berawal ketika T pernah
mencomblangkanmu dengan adikkos nya, padahal dia tau kamu sudah punya aku :(,
hingga dia pernah buat hubungan kita berantakan. Dia juga pernah jadi
selingkuhan temanmu.
Semua
berawal dari itu, aku jadi membencinya. Jilbab hanya menjadi pemanis
wajahnya.Maafkan aku sudah membenci sahabatmu sayang.
Aku
cuma takut semua terulang kembali, dia membuat semua berantakan lagi. Apa cuma
aku saja yang takut sayang?? Apa kamu tidak takut untuk kehilanganku lagi
sehingga kamu tidak kapok untuk berteman dengan wanita sepertinya. Tapi aku juga
sadar kamu butuh mereka untuk mengerjakan tugas akhirmu, sebagai penyemangatmu,
mungkin aku saja tidak cukup untukmu.
Apa
kamu tidak sadar dengan semua mimik muka ku yang kusembunyikan ketika aku
melihat foto berdua mu dengan si T, sedekat itu seperti sepasang kekasih.
Lantas aku ini siapa??tak pantaskah aku membenci wanita sepertinya??..aku tidak
cemburu, hanya tak suka dengan kedua temanmu yang sepertinya arrogant dimataku.
Apalagi
ketika kamu pernah bercerita bahwa dua soulmate mu pernah main ke kos mu.
Sebebas
itu kah pergaulanmu.
Salahkah
aku sayang bila aku melarang kamu berteman dengan wanita luar biasa seperti
mereka???aku begini karena aku peduli, aku begini karena aku ingin menjadikanmu
lelaki yang pantas untukku seperti aku yang berusaha memantaskan diri untuk
bersanding denganmu :’(.
Maafkan
kekasihmu yang kampungan ini, mungkin pergaulanmu lebih modern. Tapi kekasih2
ku dulu juga tak seperti itu.
Maafkan
wanitamu yang sok baik dan suci ini, aku juga sadar tak sesempurna itu.
Tapi
haruskah mencintaimu sesakit ini?? Sampai kapan??apakah sampai hatiku perlahan
mati? Apakah sampai aku lupa bagaimana indahnya mencintaimu? ? :'(, tak
sadarkah kamu selalu membuatku khawatir.
Entah
kapan kamu akan membaca ini sayang, yang terpenting aku cukup lega bercerita
lewat tulisan ini karena aku terlalu kalut untuk berlisan padamu :( maafkan
aku..
TTD
YANG INGIN JADI
SATU-SATUNYA KESAYANGANMU



