Lost


 
“Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan”
Aku pernah kehilangan orang yang kucinta karena kesalahanku sendiri, dia terbiasa menjadi kompasku yang setia menuntunku ke jalan menuju kebahagiaan cinta, hingga  suatu saat terjadi pertikaian itu, dan kita pun berpisah, perpisahan yang sungguh menyakitkan. Aku yang telah terbiasa dengan mu, kini hancur dan tak tahu arah untuk kembali, terbodohi oleh waktu, tuk menunggu dan memaksakan mematikan cinta ini, secara perlahan....
Kemudian akupun berusaha tuk melanjutkan hidup dan cintaku dengan dia, lelaki bermata sipit nan tegap. Meskipun awalnya kau mendekatiku dan aku memberi lampu hijau padamu, tak terpungkiri aku dan kamu masih saling mencintai satu sama lain. Namun aku terlanjur dengan dia, dan kamupun seperti membalas dendam padaku, tuk memulai dengan yang lain juga. Aku merasa kehilangan, apa ini yang kamu rasakan ketika mendengar aku telah bersama dia? keadaan memang tak adil, kita saling sayang, namun tak bisa menyatu kembali. Seiring berjalannya waktu, aku pun berpisah dengan dia, tak lama kemudian kamupun memutuskan hubungan dengan kekasihmu. Kita pun dekat kembali. Namun betapa bodohnya aku yang tak sabar menunggu kepastianmu. Aku pun bertemu dengan cintaku yang lain. Lelaki sepertimu, berbadan kurus tinggi, adik tingkat kita, namun berbeda jurusan. Entah mengapa kaupun juga kembali merajut cinta lagi dengan adik tingkat yang asalnya juga sama dengan kekasihku. Hanya aneh yang kurasakan, perih sedikit kecewa di sudut dalam bagian dalam dadaku, sesak.
Tak berapa lama, akupun merasa dikecewakan lagi, kekasihku tak bisa menghilangkan bayangan masa lalu mantannya, aku pun memutuskan hubungan dengannya. Dan setelah mengetahui aku kini sendiri, kamu pun mulai mencontact ku lagi, kamu pun mengirimiku pesan “Terkadang aku masih memikirkan kamu, meskipun sekarang aku udah punya pacar”. Hatiku seperti tersambar petir, yang aliran listriknya menghidupkan kembali cintaku yang sudah lama mati suri. Aku bahagia sekali, meskipun kamu masih bersama kekasihmu.
Kamu mengakhiri hubungan dengan kekasihmu tepat disaat aku kembali dengan dia. sekali lagi keadaan tak bisa menyatukan kita. Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan dan mengutuk hati ku, kenapa aku masih saja mengharapkanmu, bila takdirpun tak sanggup tuk menyatukan kita.
Kini kucoba tuk menuliskan kisah indah dengan cintaku yang sekarang, dan melupakan kamu, masa laluku. Meskipun dengan kekasihku banyak kutemui  konflik, tapi aku mencintainya, sangat mencintainya meskipun dia telah melakukan kesalahan di masa lalunya yang bertentangan dengan prinsipku. Namun aku tetap bertahan, bahkan dengan dia aku mengerti arti ketulusan dan keikhlasan. Dia pun sudah berubah untukku.
Dan kamu, wahai masa laluku, berbahagia lah dengan cintamu, dan akupun berbahagia dengan cintaku.
Cinta memang rumit,
Namun aku sadar, perpisahan denganmu,,telah menuntunku kejalan pertemuan dengan dia, NYUNG-ku, pelan tapi pasti.  
0 Responses