June, 27
Tanggal itu,,,sore hari tepatnya saat terik menyengat ubun-ubun. Jadi hari dimana takdir membunuhku. Membunuhku dalam diam, dalam tangis batin aku berteriak "adilkah ini Tuhan!". Tak ada yang merasa takdir itu adil, sebelum kita mengerti apa makna didalamnya, jadi bukan takdir yang harus disalahkan, masih ada campur tangan kita, insan yang kotor dan tak tahu malu, yang menghakimi takdir itu busuk....kau tahu mana yang harus diluruskan bahwa takdir itu putih, tak bernoda.
Aku menyalahkan diriku sendiri, tak menyalahkanmu, sifat tak bisa disalahkan, itu sudah bersatu dengan jiwa mu, sang jiwa pengkhianat.
Hey, kamu yang disana, mungkin kamu gak akan membaca coretan ku ini. Tapi ijinkanlah aku membuka gerbang hatiku, untuk mengungkapkan kejujuran yang tak akan pernah kamu tahu.
Aku tak akan pernah menerima perpisahan ini (sejujurnya) tapi aku harus tetap kuat, tak rapuh untuk menghadapinya. Cobalah kuat seperti aku yang mencoba kuat, agar ini adil :).
Aku merelakanmu untuk bersamanya, dia yang terbaik, kalian cocok, karena hidupmu sudah digariskan untuk bersamanya, bukan bersamaku. Dan aku minta kamu juga mendoakanku agar cepat mendapatkan jodoh yang baik untukku juga. Senyumnya manis, tak sepertiku.
Tapi aku minta 1 hal padamu, jangan pernah menyalahkan teman dekatku, karena aku tak pernah menyalahkan teman "jeleg" mu itu "tongong". Ikhlaslah seperti aku mengikhlaskanmu :'). Terima kasih untuk segalanya. I'll remembering you for ever and immortaly like this song.
Klik aja tombol "play" nya.
Marilah kita menyanyi "Ubii" KU. Meskipun ini terakhir kalinya, tak apa.....
I have died everyday
waiting for you
Darling don't be afraid
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more
Tanggal itu,,,sore hari tepatnya saat terik menyengat ubun-ubun. Jadi hari dimana takdir membunuhku. Membunuhku dalam diam, dalam tangis batin aku berteriak "adilkah ini Tuhan!". Tak ada yang merasa takdir itu adil, sebelum kita mengerti apa makna didalamnya, jadi bukan takdir yang harus disalahkan, masih ada campur tangan kita, insan yang kotor dan tak tahu malu, yang menghakimi takdir itu busuk....kau tahu mana yang harus diluruskan bahwa takdir itu putih, tak bernoda.
Aku menyalahkan diriku sendiri, tak menyalahkanmu, sifat tak bisa disalahkan, itu sudah bersatu dengan jiwa mu, sang jiwa pengkhianat.
Hey, kamu yang disana, mungkin kamu gak akan membaca coretan ku ini. Tapi ijinkanlah aku membuka gerbang hatiku, untuk mengungkapkan kejujuran yang tak akan pernah kamu tahu.
Aku tak akan pernah menerima perpisahan ini (sejujurnya) tapi aku harus tetap kuat, tak rapuh untuk menghadapinya. Cobalah kuat seperti aku yang mencoba kuat, agar ini adil :).
Aku merelakanmu untuk bersamanya, dia yang terbaik, kalian cocok, karena hidupmu sudah digariskan untuk bersamanya, bukan bersamaku. Dan aku minta kamu juga mendoakanku agar cepat mendapatkan jodoh yang baik untukku juga. Senyumnya manis, tak sepertiku.
Tapi aku minta 1 hal padamu, jangan pernah menyalahkan teman dekatku, karena aku tak pernah menyalahkan teman "jeleg" mu itu "tongong". Ikhlaslah seperti aku mengikhlaskanmu :'). Terima kasih untuk segalanya. I'll remembering you for ever and immortaly like this song.
Klik aja tombol "play" nya.
Marilah kita menyanyi "Ubii" KU. Meskipun ini terakhir kalinya, tak apa.....
I have died everyday
waiting for you
Darling don't be afraid
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more



